Inhaler Corona Bisa Dibeli di Toko Obat dan Mini Market


StudioTangkas - Kementerian Pertanian menuturkan produk-produk kesehatan hasil riset Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian terkait antivirus corona bisa dibeli di toko obat dan mini market. Produk berbentuk roll on dan inhaler itu berbahan dasar kayu putih (eucalyptus).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) Kementan Fadjry Djufry menyatakan kedua produk hasil riset Balitbang Kementang telah mengantongi izin status jamu dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM).

"Level di BPOM itu jamu. Jamu ya sudah melalui tahap dan tidak melanggar anjuran di Indonesia. Roll dan inhaler di atas tanggal 24 sudah banyak, artinya sekian puluh ribu. Nanti bisa dibeli di toko obat dan mini market dengan harga sangat terjangkau," katanya dalam konferensi pers, Senin (6/7).


Lebih lanjut, ia menyatakan status jamu yang didapatkan Balitbang tidak memiliki klaim menyembuhkan, melainkan hanya melegakan. Sebab, saat ini produk tersebut belum melewati pengujian lanjutan seperti uji praklinis dan uji klinis. 


STUDIO TANGKAS adalah Agen Tangkas Online, Agen Poker Online, Agen Poker GLX
Dapatkan BONUS CASHBACK TANGKAS 10% UNLIMITED



Katanya uji klinis membutuhkan setidaknya 1,5 tahun. Sementara, riset untuk roll on, inhaler, hingga kalung antivirus corona Kementan baru seumur 2-3 bulan.

"Produk tetap harus melalui uji klinis. Kita menyadari itu belum punya. Tidak ada klaim anti virus di sini. Jadi kalung kita menyadari belum ada uji praklinis dan klinis, sehingga tidak ada klaim di situ. Butuh uji praklinis akan tetap dijalankan," ucapnya.

Mayoritas beberapa produk berbasis minyak eucalyptus yang masuk tanaman atsiri tersebut diakui BPOM pada kategori jamu dan belum sampai produk fitofarmaka.


Perlu dilakukan upaya riset dan inovasi untuk mendapatkan produk Obat Hebal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka. Fitomarfaka adalah obat dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik


Saat ini, pengembangan penelitian prototipe produk berbasis eucalyptus terus berjalan. Izin edar produk ini dilakukan pada kategori jamu agar dapat diproduksi massal dan masyarakat mudah mendapatkannya.


"Seluruh produk sesuai izin BPOM tingkatannya sebagai jamu tidak menuliskan antivirus," tandas Fadjry.



Posted by Studio Tangkas
Studio Tangkas | Agen Tangkas Online Indonesia

WhatsApp : +855 935 89 168

Comments

Popular posts from this blog

Ramai Aksi Ambil Untung pada Saham Telkom Jelang RUPS

Jokowi Luncurkan 'Sillicon Valey' Indonesia Timur

Menaker Sumbang APD Buatan Peserta BLK untuk Pesantren